Hubungan antara Kelekatan dan Kedisiplinan pada Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Usia 10–12 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.61402/crj.v3i3.595Keywords:
Kelekatan, Kedisiplinan, Anak Pekerja Migran IndonesiaAbstract
Anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan psikososial, termasuk dalam pembentukan kedisiplinan. Kelekatan dengan orang tua dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku disiplin anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan dan kedisiplinan pada anak pekerja migran Indonesia di Malaysia usia 10–12 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 85 anak yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5. Pengumpulan data menggunakan skala kelekatan dan skala kedisiplinan. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan dan kedisiplinan (p > 0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat lemah, baik pada kelekatan mother–child (r = 0,085; p = 0,438) maupun father–child (r = 0,014; p = 0,836). Kelekatan tidak berhubungan secara signifikan dengan kedisiplinan pada anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Kedisiplinan anak lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan pendidikan dan peran figur otoritas seperti guru, dibandingkan hubungan kelekatan dengan orang tua.
References
Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (1987). The inventory of parent and peer attachment: Individual differences and their relationship to psychological well-being in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 16(5), 427–454.
Bernier, A., Carlson, S. M., & Whipple, N. (2015). From external regulation to self-regulation: Early parenting precursors of young children’s executive functioning. Child Development, 81(1), 326–339.
Bronfenbrenner, U., & Morris, P. A. (2006). The bioecological model of human development. In R. M. Lerner & W. Damon (Eds.), Handbook of child psychology (6th ed., Vol. 1, pp. 793–828). John Wiley & Sons.
Brumariu, L. E., & Kerns, K. A. (2015). Mother–child attachment and social anxiety symptoms in middle childhood. Journal of Applied Developmental Psychology, 31(5), 373–380.
Darnell, A., & Ho, J. (2021). Family attachment and self-regulation in migrant children. Journal of Child and Family Studies, 30(2), 412–425.
Dewi, A. T. P., & Desiningrum, D. R. (2018). Hubungan kelekatan aman dengan ibu dan kecenderungan perilaku agresi pada siswa SMA N 2 Ungaran. Jurnal Empati, 7(3). https://doi.org/10.14710/empati.2018.21749
Eccles, J. S., & Roeser, R. W. (2011). Schools as developmental contexts during adolescence. Journal of Research on Adolescence, 21(1), 225–241.
Fearon, R. P., Bakermans-Kranenburg, M. J., van IJzendoorn, M. H., Lapsley, A. M., & Roisman, G. I. (2010). The significance of insecure attachment and disorganization in the development of children’s externalizing behavior: A meta-analytic study. Child Development, 81(2), 435–456.
Groh, A. M., Fearon, R. M. P., van IJzendoorn, M. H., Bakermans-Kranenburg, M. J., & Roisman, G. I. (2017). Attachment in the early life course: Meta-analytic evidence for its role in socioemotional development. Child Development Perspectives, 11(1), 70–76.
Hurlock, E. B. (2011). Perkembangan anak (Jilid 1, Ed. 6). Erlangga.
IOM. (2019). World migration report 2020. International Organization for Migration.
Khadka, S. (2022). Attachment theory: Bowlby and Ainsworth’s contribution to early social development. The American Journal of Psychiatry Residents’ Journal, 17(3), 3–5.
Kohlberg, L. (1969). Stage and sequence: The cognitive-developmental approach to socialization. In D. A. Goslin (Ed.), Handbook of socialization theory and research (pp. 347–480). Rand McNally.
Mursini, & Widyastuti. (2017). Hubungan kelekatan orang tua dengan kedisiplinan siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(1), 1–12.
Novera, W. R., & Setiawati, F. A. (2023). Pengaruh secure attachment ibu terhadap kemandirian anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2059–2068. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3665
Nurul Huda, N., Afifah Rizki, A., Lusi Oktavia, L., Rusydi Iskandar, R., & Syahrul Ramadhan, S. (2023). Pengembangan instrumen penilaian sikap disiplin menggunakan skala Likert di Madrasah Ibtidaiyah. Elementary Schoo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 13(2), 136–151. https://doi.org/10.31316/esjurnal.v13i2.10470
Santock, J. W. (2018). Life-span development (16th ed.). McGraw-Hill Education.
Santoso, B. (2022). Pengasuhan anak dalam keluarga pekerja migran. Jurnal Sosiologi Indonesia, 12(1), 45–58.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Thompson, R. A. (2016). Early attachment and later development: Reframing the questions. In J. Cassidy & P. R. Shaver (Eds.), Handbook of attachment: Theory, research, and clinical applications (3rd ed., pp. 330–348). Guilford Press.
Tu’u, T. (2004). Peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa. Grasindo.
UNICEF. (2020). Children on the move: Key facts and figures. UNICEF.
Wentzel, K. R. (2017). Peer relationships, motivation, and academic performance at school. In A. J. Elliot, C. S. Dweck, & D. S. Yeager (Eds.), Handbook of competence and motivation (2nd ed., pp. 257–272). Guilford Press.







