RELASI SOSIAL ANTARA ANAK ASUH DENGAN TENTARA DI PANTI ASUHAN BHADAR KOREM GARUDA PUTIH JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.61402/crj.v2i6.535Keywords:
relasi sosial; anak asuh; tentara; panti asuhan; disiplinAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi sosial antara anak asuh dengan tentara serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Panti Asuhan Bhadar Korem Garuda Putih Jambi. Panti ini berada di bawah lingkungan militer, di mana tentara berperan sebagai pengasuh dan pembimbing bagi anak asuh. Karakter militer yang tegas dan berwibawa sering menimbulkan rasa canggung dan segan dari anak asuh, namun di sisi lain menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur, observasi, dan studi dokumen. Partisipan penelitian terdiri dari empat orang, yaitu tiga anak asuh dan satu tentara yang aktif berinteraksi dalam kegiatan pengasuhan di panti. Analisis data dilakukan dengan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial antara anak asuh dan tentara mencakup tema komunikasi, kedekatan emosional, bimbingan dan arahan, tolong-menolong, kebersamaan, penyelesaian konflik, serta rasa afeksi dan empati. Faktor-faktor yang memengaruhi relasi sosial tersebut antara lain sistem kerja militer yang terstruktur, karakter individu, impresi pertama, kedisiplinan, dan rasa saling menghormati. Secara keseluruhan, hubungan antara anak asuh dan tentara menunjukkan tiga pola utama relasi sosial, yaitu communal sharing, authority ranking, dan equality matching
References
bidin, A. M. (2018). Peran pengasuh panti asuhan membentuk karakter disiplin dalam meningkatkan kecerdasan intrapersonal anak. Jurnal Pendidikan Islam, XI(2), 45–56.
Agus, M., Tinggi, Y. S., Al-Qur’, I., & Bogor, R. (2023). Relasi sosial dalam tafsir Al-Qur’an. TAFAKKUR: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 4(1), 20–33. https://kbbi.web.id/relasi
Alase, A. (2017). The interpretative phenomenological analysis (IPA): A guide to a good qualitative research approach. International Journal of Education and Literacy Studies, 5(2), 9–19. https://doi.org/10.7575/aiac.ijels.v.5n.2p.9
Amin, M. (2022). Relasi sosial dalam Al-Qur’an. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 1(1), 30–47. https://doi.org/10.23917/qist.v1i1.523
Antonucci, T. (2001). Social relations: An examination of social networks, social support, and sense of control. Dalam Handbook of the Psychology of Aging (hlm. 427–453). Academic Press. https://www.researchgate.net/publication/232453360
Campo, R. A., Uchino, B. N., Vaughn, A., Reblin, M., Smith, T. W., & Holt-Lunstad, J. (2009). The assessment of positivity and negativity in social networks: The reliability and validity of the social relationships index. Journal of Community Psychology, 37(4), 471–486. https://doi.org/10.1002/jcop.20308
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fiske, A. P. (1992). The four elementary forms of sociality: Framework for a unified theory of social relations. Psychological Review, 99(4), 689–723. https://doi.org/10.1037/0033-295X.99.4.689
Fiske, A. P. (2012). Metarelational models: Configurations of social relationship. European Journal of Social Psychology, 42(1), 2–18.
Hailegiorgis, M. T., Berheto, T. M., Sibamo, E. L., Asseffa, N. A., Tesfa, G., & Birhanu, F. (2018). Psychological wellbeing of children at public primary schools in Jimma town: An orphan and non-orphan comparative study. PLoS ONE, 13(4). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0195377
Kahija, Y. L. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. PT Kanisius.
Maryam, E. W. (2018). Buku ajar psikologi sosial (S. B. Sartika & M. T. Multazam, Ed.; Jilid I). UMSIDA Press.
Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(3), 793–800.
Olivia, K., Cahyani, A., Agushybana, F., & Nugroho, R. D. (2020). Relationship of parents’ communication and reproductive health knowledge and attitude among orphan adolescents in Klaten District 2020. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 15–25. https://doi.org/10.22435/kespro.v12i1.4432.15-25
Qonitatin, N., Faturochman, F., Helm, A. F., & Kartowagiran, B. (2020). Relasi remaja–orang tua dan ketika teknologi masuk di dalamnya. Buletin Psikologi, 28(1), 28–40. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.44372
Rianti, E., & Ifdil, I. (2018). Kemandirian anak panti asuhan. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 29–37. https://doi.org/10.23916/08406011
Sagita, R., Rifayanti, & Rasyid. (2022). Interaksi sosial dengan kesepian pada remaja panti asuhan. Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2), 252–259. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif untuk penelitian eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif. Alfabeta Bandung.
Tiara, F. C. S., Simatupang, W. P. S., Ginting, L. C., Zaidan, M. A., & Vieri, H. C. (2023). Peran panti asuhan Yayasan Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia dalam membentuk karakter anak panti. Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i1.1461







