Peran Literasi Media Sosial Dalam Meningkatkan Sikap terhadap Pernikahan Pada Generasi Z di Kota Jambi
DOI:
https://doi.org/10.61402/crj.v2i6.531Keywords:
Literasi Media Sosial, Sikap Terhadap Pernikahan, Generasi Z, Kota JambiAbstract
Perkembangan media sosial yang pesat turut memengaruhi pola pikir generasi muda, termasuk dalam cara memandang pernikahan. Tingkat literasi media sosial diyakini berperan dalam bagaimana individu mengolah dan menilai informasi terkait tren pernikahan yang tersebar di media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara literasi media sosial dengan sikap terhadap pernikahan pada Generasi Z di Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 415 responden Generasi Z melalui teknik accidental sampling dengan kriteria usia 18–28 tahun, belum menikah, berdomisili di Kota Jambi, dan memiliki akun media sosial. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Perceived Social Media Literacy Scale (PSMLS) dan Marital Attitude Scale (MAS). Analisis menggunakan korelasi Pearson melalui SPSS versi 31 menunjukkan nilai signifikansi 0,007 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 0,132, menandakan hubungan positif dengan kekuatan sangat lemah. Artinya, semakin tinggi literasi media sosial, semakin positif sikap terhadap pernikahan, meskipun bukan faktor yang dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi media sosial agar generasi muda mampu menyikapi informasi mengenai pernikahan secara lebih bijak.
References
Adhani, A. F., & Aripudin, A. (2024). Perspektif Generasi Z di platform X terhadap penurunan angka pernikahan di Indonesia. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 185–198. https://doi.org/10.53429/j-kis.v5i1.1001
Ari Shandy, R. K., & Pramudyo, G. N. (2023). Literasi media sosial Instagram mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro dalam menentukan informasi yang dipercaya. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 7(3), 529–546. https://doi.org/10.14710/anuva.7.3.529-546
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik pemuda Indonesia. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/b2dbaac4542352cea8794590/statistik-pemuda-indonesia-2024.html
Badan Pusat Statistik. (2025). Nikah dan cerai menurut kabupaten/kota (kejadian) 2024. https://jambi.bps.go.id/id/statisticstable/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-kabupaten-kota--kejadian--di-provinsi-jambi--2023.html?year=2024
Badan Pusat Statistik. (2025). Nikah dan cerai menurut provinsi (kejadian) 2024. https://www.bps.go.id/id/statisticstable/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-provinsi.html
Bintari, N. A., & Suprapti, V. (2019). Hubungan antara sikap terhadap pernikahan dengan kesiapan menikah pada dewasa yang orang tuanya bercerai. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 8(1), 1–9. https://journal.unair.ac.id/JPPP/article/view/12345
Braaten, E. B., & Rosén, L. A. (1998). Development and validation of the marital attitude scale. Journal of Divorce & Remarriage, 29(3–4), 83–91. https://doi.org/10.1300/J087v29n03_05
Cho, H., Cannon, J., Lopez, R., & Li, W. (2024). Social media literacy: A conceptual framework. New Media & Society, 26(2), 941–960. https://doi.org/10.1177/14614448211068530
Fallahchai, R., Fallahi, M., & Badiee, M. (2021). Intent, attitudes, expectations, and purposes of marriage in Iran: A mixed methods study. Current Psychology, 40(11), 5301–5311. https://doi.org/10.1007/s12144-019-00477-6
Farid, D., Pakarti, M. H. A., Saepullah, U., & Hendriana, H. (2022). Peran kanal online dalam edukasi pranikah. Fastabiq: Jurnal Studi Islam, 3(2), 81–93. https://doi.org/10.47281/fas.v3i2.119
Fu, Z. (2024). The effect of social media engagement and understanding on adolescents’ marriage attitudes. Interdisciplinary Humanities and Communication Studies, 1(10), 1019–1023. https://doi.org/10.61173/3m9yje14
Karimah. (2025). Literasi pendidikan pranikah di tengah kecenderungan married is scary: Kajian netizen TikTok. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2(1), 96–106. https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/view/143
Masrifah. (2018). Sikap terhadap pernikahan pada penyintas perempuan dari kekerasan seksual. Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 9(1), 97–108. https://doi.org/10.21107/personifikasi.v9i1.6758
McLeod, S. (2023). Erik Erikson’s stages of psychosocial development: Stage 1. Trust vs. mistrust. Simply Psychology. https://doi.org/10.5281/zenodo.15241647
Moore, R. C., & Hancock, J. T. (2022). A digital media literacy intervention for older adults improves resilience to fake news. Scientific Reports, 12(1), Article 6008. https://doi.org/10.1038/s41598-022-08437-0
Nabila, N., & Aditya, Y. (2022). Perbandingan marital attitudes antara dewasa muda dari keluarga utuh dan bercerai. Jurnal EMPATI, 11(2), 80–90. https://doi.org/10.14710/empati.2022.34427
Qadir, A., & Ramli, M. (2024). Pemahaman pranikah dalam perspektif Islam. Al-Furqan, 3(3), 2713–2724. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/1787
Rahma, M. S., Ardianti, A., & Anwar, K. (2023). Keengganan dewasa awal memasuki kehidupan pernikahan ditinjau dari tugas perkembangan. Jurnal Keperibadian dan Sosial, 4(2), 112–124.
Rahmadhaningtyas, B. N. (2024). Adaptasi perceived social media literacy scale (PSMLS) versi bahasa Indonesia. Acta Psychologia, 6(1), 1–13. https://journal.upn.ac.id/index.php/acta/article/view/1234
Riggio, H. R., & Weiser, D. A. (2008). Attitudes toward marriage: Embeddedness and outcomes in personal relationships. Personal Relationships, 15(1), 123–140. https://doi.org/10.1111/j.1475-6811.2007.00188.x
Riska, H., & Khasanah, N. (2023). Faktor yang memengaruhi fenomena menunda pernikahan pada Generasi Z. Indonesian Health Issue, 2(1), 48–53. https://doi.org/10.47134/inhis.v2i1.44
Rizal, R., Rusdiana, D., Setiawan, W., Siahaan, P., & Ridwan, I. M. (2019). Gender differences in digital literacy among prospective physics teachers. Journal of Physics: Conference Series, 1157(4), Article 042074. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/4/042074
Rossanti, F., Azhar, I. N., W, Y. V. P., Apriliani, B., Muslikah, & Mahfud, A. (2024). Isu-isu pernikahan dalam perspektif Gen Z. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(10), 127–133. https://doi.org/10.5281/zenodo.13959285
Servaty, L., & Weber, K. (2011). The relationship between gender and attitudes towards marriage. Journal of Student Research, 1(1), 30–37. https://journal.uw.edu/JSR/article/view/123
Sugiyono. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sulistya, I., & Wahidi, A. (2024). Penerapan literasi media dalam keterampilan pemanfaatan media pada era teknologi informasi di Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang. DE FACTO: Journal of International Multidisciplinary Science, 2(2), 74–86. https://doi.org/10.62668/defacto.v2i02.1040
Tamburaka, A. (2013). Literasi media: Cerdas bermedia khalayak media massa. Rajawali Pers.
Tirta, K. D., & Arifin, S. N. (2025). Studi fenomenologi: Marriage is scary pada Generasi Z. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 12–20. https://doi.org/10.26539/teraputik.833675







