FALSAFAH HUTA DI MANDAILING NATAL DALAM MENJAGA KESELARASAN KEARIFAN LOKAL DALIHAN NA TOLU

Authors

  • Nur Saidah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayiah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal
  • Zahra Salsabila Sakhi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal
  • Sri Muliana Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal
  • Mhd Ilyas Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal

DOI:

https://doi.org/10.61402/crj.v2i5.491

Keywords:

dalihan na tolu, kearifan local, keselarasan

Abstract

Falsafah huta di Mandailing Natal merupakan konsep kearifan lokal yang mengedepankan harmoni dan keteraturan dalam kehidupan masyarakat.Huta tidak hanya merujuk pada desa secara fisik, tetapi juga pada tata nilai yang mengatur hubungan antarindividu dan kelompok dalam komunitas.Dalam falsafah ini, Dalihan Na Tolu menjadi fondasi utama yang menjaga keseimbangan sosial melalui peran mora, kahanggi, dan anak boru.Ketiga elemen ini saling menopang untuk menciptakan kerukunan, gotong royong, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan falsafah huta yang selaras dengan prinsip Dalihan Na Tolu terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pengambilan keputusan bersama, penyelesaian konflik, serta pelaksanaan tradisi adat.Melalui sinergi antara falsafah huta dan Dalihan Na Tolu, masyarakat Mandailing Natal mampu mempertahankan identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.Oleh karena itu, falsafah ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga panduan yang relevan dalam membangun keselarasan dan keberlanjutan di tengah keberagaman Nusantara.

References

Firmando, H. B., & Agama, S. (2021). Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1), 16-36.

Hamid, A., Nasution, K. B., Siregar, R. A. S., & Tambunan, J. (2022). Development of Sharia Based Local Wisdom Business at Society of Mandailing Natal. LAA MAISYIR: Jurnal Ekonomi Islam, 9(1), 51-68.

Hilda, L. (2016). Revitalisasi kearifan lokal Dalihan Na Tolu masyarakat muslim Mandailing dalam menjaga harmonisasi lingkungan hidup. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 40(1), 175-192.

Lubis, M. A. (2018). Pengembangan bahan ajar komik untuk meningkatkan minat baca ppkn siswa min ramba padang kabupaten tapanuli selatan. Jurnal tarbiyah, 25(2).

Nasution, N. E. A. (2021). Pengetahuan Lokal, Perilaku dan Upaya Masyarakat Mandailing Natal dalam Memberlakukan Kearifan Lokal Lingkungan Sungai Lubuk Larangan. In FTIK Zoom Web Conferences (pp. 1-21).

Nasution, S. (2021). Hak Ahli Waris terhadap Warisan yang Diwasiatkan Secara Lisan pada Masyarakat Batak Toba (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 428 PK/PDT/2009) (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Pulungan, R., & Falahi, A. (2019, February). Hubungan tortor dengan gondang sebagai musik pengiring. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN (Vol. 2, No. 1, pp. 725-733).

Putra, D. (2020). Tradisi Markobar Dalam Pernikahan Adat Mandailing Dalam Perspektif Hukum Islam. El-Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(2), 18-34.

Downloads

Published

2025-09-24

How to Cite

Nur Saidah, Zahra Salsabila Sakhi, Sri Muliana, & Mhd Ilyas. (2025). FALSAFAH HUTA DI MANDAILING NATAL DALAM MENJAGA KESELARASAN KEARIFAN LOKAL DALIHAN NA TOLU. Crossroad Research Journal, 2(5), 35–48. https://doi.org/10.61402/crj.v2i5.491

Issue

Section

Articles