Anemia Pada Remaja

Authors

  • Nella Vallen Ika Puspita STIKES Telogorejo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.61402/crj.v2i1.330

Keywords:

Anemia, Remaja

Abstract

Remaja putri yang mengalami menstruasi pertama membutuhkan zat besi yang lebih banyak untuk mengganti darah yang hilang akibat menstruasi. Remaja memiliki risiko tinggi terkena anemia, terutama anemia defisiensi besi. Angka kejadian anemia zat besi dapat mencapai 30%, dampak jangka pendeknya antara lain keterlambatan pertumbuhan fisik dan kematangan seksual yang tertunda dan jangka panjang yaitu komplikasi pada kehamilan dan persalinan, risiko kematian ibu, angka prematuritas, BBLR, dan angka kematian perinatal. Menegakkan diagnosis anemia dengan tanda-tanda gejala yang menimbulkan rasa lelah, letih, lesu, dan berdampak pada produktivitas penderitanya. Angka kejadian anemia zat besi dapat mencapai 30%, Oleh karena itu, penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja putri menjadi masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah. Penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan dengan hal-hal berikut: 1) Meningkatkan asupan makanan sumber zat besi; 2) Suplementasi zat besi dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD); 3) Meningkatkan konsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin C; 4) Meningkatkan konsumsi sumber protein hewani; 5) Hindari konsumsi teh dan kopi pada saat makan atau pada saat mengonsumsi TTD; dan 6) Olahraga atau aktivitas fisik secara teratur

References

Fahmida, U., Htet, M. K., Ferguson, E., Do, T. T., Buanasita, A., Titaley, C., Alam, A., Sutrisna, A., Li, M., Ariawan, I., & Dibley, M. J. (2020). Effect of an integrated package of nutrition behavior change interventions on infant and young child feeding practices and child growth from birth to 18 months: Cohort evaluation of the baduta cluster randomized controlled trial in east Java, Indonesia. Nutrients, 12(12), 1–16. https://doi.org/10.3390/nu12123851

Junengsih, J. J., & Yuliasari, Y. Y. (2017). HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMU 98 di JAKARTA TIMUR. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 5(1), 55–65. https://doi.org/10.32668/JITEK.V5I1.68

Oleh, D., & Astiandani, A. (2015). Hubungan Kejadian Anemia dengan Prestasi Belajar Matematika pada Remaja Putri Kelas 11 di SMAN 1 Sedayu. http://digilib.unisayogya.ac.id/id/eprint/334

Sartika, A. N., Khoirunnisa, M., Meiyetriani, E., Ermayani, E., Pramesthi, I. L., & Nur Ananda, A. J. (2021). Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0-11 months: A cross-sectional study in Indonesia. PloS One, 16(7). https://doi.org/10.1371/JOURNAL.PONE.0254662

Septi Indrawati. (2021). Tinjauan Yuridis Penggunaan Sertifikat Merek Sebagai Jaminan dalam Proses Pengajuan Kredit Perbankan. Jurnal Hukum, 3(1), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.37729/amnesti.v3i1.889

Downloads

Published

2025-02-24

How to Cite

Nella Vallen Ika Puspita. (2025). Anemia Pada Remaja. Crossroad Research Journal, 2(1), 193–198. https://doi.org/10.61402/crj.v2i1.330