Konsep Pendidikan Spiritual Dalam Surat Ibrahim Ayat 35-41 Perspektif M. Quraish Shihab (Studi Atas Tafsir Al-Misbah)
DOI:
https://doi.org/10.61402/crj.v1i4.171Keywords:
Pendidikan Spiritual, Nabi Ibrahim, Tafsir Al-MisbahAbstract
Konsep Pendidikan Spiritual dalam Surat Ibrahim Ayat 35-41 (Menurut Tafsir al-Misbah). Tema ini dipilih karena; pertama, Pada era globalisasi dewasa ini banyak hal yang membawa dampak negatif, sehingga terjadi krisis moral. Maka pendidikan spiritual sangat penting dalam proses pembentukan karakter. Karena pendidikan spiritual lebih menekankan pada pemberian kesempatan agar seseorang mengalami sendiri pengalaman spiritual itu. Kedua, Nabi Ibrahim memberi contoh terkait sikap atau prilaku manusia terhadap Tuhan, dengan imannya yang kokoh, kesabaran, ketawakalan, dan keikhlasannya yang selalu diuji oleh Tuhannya dengan menggunakan akal pikirannya. Ketiga, Tafsir al-Mishbah dipilih karena banyak mengemukakan ‘uraian penjelas’ terhadap sejumlah mufassir ternama, sehingga menjadi referensi yang mumpuni, informatif, argumentatif. Penelitian ini bertujuan menemukan konsep pendidikan spiritual dalam surat Ibrahim pemikiran Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (Studi Atas Tafsir al-Mishbah),dan imlikasi pendidikan spiritual dalam konteks kekinian. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research) dengan metode tahlili. Sebagaimana yang dikutip oleh Quraish Shihab dalam menganalisis terkait ayat-ayat yang menerangkan pendidikan spiritual. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan qishoh/kisah. Hasil penelitian; 1). Adapun konsep pendidikan spiritual dalam surat Ibrahim ayat 35 – 41 perspektif Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah yaitu yaitu suatu kesadaran dan ketergantungan yang menghubungkan seseorang dengan Tuhannya serta mengandung kesadaran akan adanya hubungan suci dengan seluruh ciptaan, dan mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Pola pengasuhan dan pendidikan yang diterapkan Nabi Ibrahim as bahkan dijelaskan secara detail dalam al-Qur’an. 2). Implikasi pendidikan spiritual dalam konteks kekinian, yaitu berkenaan dengan unsur-unsur pendidikan yang meliputi; tujuan pendidikan, pendidik dan peserta didik, materi pendidikan, metode pendidikan dan sarana pendidikan, setidaknya ada hubungan yang erat antara satu dengan yang lainnya. Sehingga, apabila pendidikan diarahkan untuk mewujudan manusia yang bertakwa maka diperlukanlah materi-materi pendidikan yang relavan dan mengarah pada tujuan tersebut, seperti: 1). Materi akidah atau tauhid, merupakan pondasi utama dan mendasar dalam mengkonsepsikan pada Tuhan Yang Maha Esa. 2). Materi ibadah, sebuah upaya yang sangat efektif untuk menanamkan niali-nilai ibadah dalam pengamalan sehari-hari seperti shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya. Ibadah bukanlah hanya sebatas menuanaikan kewajiban yang dibebankan kepada hambanya saja. Akan tetapi ibadah adalah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan oleh manusia baik berupa perkataan, perbuatan, perasaan, bahkan segala sesuatu dari prilakunya dalam menghambakan diri kepada Allah Swt. 3). Materi akhlak, merupakan garda terdepan dalam menanggulangi permasalaahan dekandensi moral esensi dari ajaran Islam ialah “rahmatan lilalamin” yang akan mampu mengatasi kemerosotan akhlak yang sering terjadi di masyarakat dan dunia pendidikan pada sekarang ini, serta materi umum. Selain itu, dalam menyampaikan materi diperlukan metode yang bervariasi, seperti metode keteladanan. Dimana metode keteladanan merupakan sarana pendidikan yang sangat efektif.
References
Abuddin Nata, Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan: Tafsir al-Ayat al-Tarbawi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002
Abd al-Fattah Guddah, 40 Metode Pendidikan dan Pengajaran Rasulullah, terj. Mochtar Zoerni, Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2009
Abdul Aziz bin Muhammmad Ali Abdul Latief,”Pelajaran Tauhid Untuk Tingkat Lanjutan” Jakarta: Darul Haq, 2010
Abdul Djalal, Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir An-Nur: Sebuah Studi Perbandingan, Disertasi Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga, 1986
Abdullâh Nasîh ‘ulwân, Pendidikan Anak dalam Islam Jilid II terj. Jamaluddin Miri Jakarta: Pustaka Amani, 2007
Abdul Majid & Dian Andayani, Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010
Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kencana Prenada Media, 2006
Abdul Mujib Muhaimin, Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofik dan Kerangka Operasionalisasinya, Bandung: Trigenda karya, 1993
Abdul Munir Mulkhan, Paradigma Intelektual Muslim: Pengantar Filsafat Pendidikan dan Dakwah, Yogyakarta: Sipress, 1993
Abdul Mustaqim, Madzahibut Tafsir Peta Metodologi Penafsiran Al-Qur’an Periode Klasik Hingga Kontemporer, Yogyakarta: Num Pustaka, 2003
Abd. Kadir, “Aspek Spiritual Pendidikan Islam: Implementasi dan Implikasi Pendidikan Islam terhadap Pengembangan Spiritualitas Kepribadian Muslim”, Disertasi, Yogyakarta: Pascarsarjana UIN Sunan Kalijaga, 2007
Abd. Rachaman Assegaf, Filsafat Pendidikan Islam: Paradigma baru Pendidikan Hadhari Berbasis Integratif-Interkonektif, Jakarta: Rajawali Pers, 2011
Abd. Rahman Shaleh Abdullah, Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan al-Qur’an, terj. M. Arifin Jakarta: Rineka Cipta, 1990
Agus M. Hardjana, Religiositas, Agama, dan Spiritualitas, Yogyakarta: Kanisius, 2005.
Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung: Pustaka Setia, 2004.
Ahmad Janan Asifuddin, Mengungkit Pilar-pilar Pendidikan Islam: Tinjauan Filosofis (Yogyakarta: Suka Press, 2010
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1992
Akhmad Muhaimin Azzet, Mengembangkan Kecerdasan Spirtual Bagi Anak, Yogyakarta: Ar Ruz Media, 2011







